Senin, 04 Oktober 2010

Indonesia sebagai trend-setter dalam busana muslim dunia

Kita mengetahui bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas beragama islam (80% dari total penduduk) atau muslim terbesar di dunia, didukung dengan multi etnik (tradisional) yang sangat banyak dan beragam, serta letak geografis Indonesia di garis katulistiwa dengan beribu-ribu pulau, dengan berpuluh-puluh ragam budaya, merupakan modal dalam menciptakan busana muslim dengan latar belakang budaya yang beragam.  Hal-hal inilah yang besar kemungkinan dapat atau akan menjadikan Indonesia sebagai trend setter dalam menciptakan busana muslim dunia.  Tulisan atau topik diatas bukanlah semata-mata omong kosong belaka, penulis mencatat beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia dapat menjadi trend setter dalam busana muslim dunia, diantaranya jumlah penduduk yang sangat banyak merupakan potensi dalam pemasaran pakaian muslim, etnik yang sangat beragam mulai dari sabang sampai merauke, kreatifitas manusia Indonesia yang terus diasah dengan terjun ke dunia bisnis pakaian muslim, bentuk bentuk promosi yang unik yang telah dilakukan oleh pebisnis pakaian muslim dan terdapat pasar tempat terjadinya transaksi pakaian muslim yang terbesar saat ini di Asia Tenggara yaitu pasar Tanah Abang serta pada bagian akhir penulis mencoba menampilkan trend pakaian muslim beberapa tahun kedepan.

Jumlah penduduk yang sangat banyak merupakan faktor utama dalam menjadikan Indonesia sebagai  pemasok sekaligus pemasaran pakaian muslim.  Indonesia berada pada posisi ke 4 (empat) dunia dalam hal jumlah penduduk, dengan jumlah 238.452.952 jiwa, setelah China (1.306.148.035 jiwa), India (1.065.070.607 jiwa) dan Amerika Serikat (297.336.946 jiwa), dibandingkan dengan jumlah penduduk negara tetangga kita diantaranya Filipina (86.241.697 jiwa), Vietnam (82.689.518 jiwa), Thailand (64.865.523 jiwa) , Malaysia (23.522.482 jiwa), Australia (19.913.144 jiwa), singapura (4.353.893 jiwa) dan brunei (365.251 jiwa), maka jumlah penduduk Indonesia jauh melampaui jumlah penduduk negara tetangga (sumber : CIA World Factbook 2004).  Logika sederhana mengatakan bahwa bila 1 jiwa membutuhkan minimal 3 pakaian maka jumlah pakaian yang mesti dipasok kira-kira 3 kali jumlah penduduk Indonesia.  Menurut Rahmayulis Saleh yang menulis dalam Bisnis Indonesia dengan topik "Indonesia bisa jadi kiblat busana muslim dunia",  Indonesia berpeluang besar menjadi kiblat busana muslim dunia, mengingat negeri ini memiliki populasi umat Islam terbanyak, serta kekayaan kultur dari ribuan suku yang tersebar di pelosok Nusantara.  "Kondisi ini merupakan suatu aset yang sangat berharga dan tak dimiliki oleh negara lain," kata Hamdan, Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan UMKM dan Industri Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hari ini di kantornya (Jumat, 23/07/2010).  Dia menyebutkan sumbangan ekonomi dari industri mode dunia secara keseluruhan pada 2008 mencapai US$1,7 triliun, 20% di antaranya berasal dari pakaian dan aksesoris busana muslim.  Gilarsi W. Soecipto, Ketua Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC) mengatakan walau perkembangannya cukup menjanjikan, sayangnya hingga saat ini tidak ada satupun dari negara Islam di dunia yang memainkan peran signifikan dalam mengkapitalisasi kue ekonomi yang cukup besar ini.  Mengingat Indonesia merupakan negara berpopulasi muslim terbesar di dunia, kita berpeluang menjadi negara pemasok terbesar bagi pasar mode busana muslim," ujarnya pada paparan kegiatan IIFC.  Dia menjelaskan Muslim di Indonesia memiliki kekayaan kultur yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, sehingga sentuhan mode busana muslim khas Indonesia berbeda dengan busana muslim ala Timur Tengah.  Dia menyebutkan IIFC yang terbentuk pertengahan Juli 2010, merupakan kolaborasi dari Kemenko Bidang Perekonomian, Dirjen Pemasaran Kemenbudpar, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), serta Shafira Corporation dan Majalah Noor.  IIFC ini nantinya diharapkan bisa menjadi ajang pertemuan perancang lokal dan dunia, produsen, dan konsumen. Peluncuran resmi kampanye Indonesia sebagai trend setter sekaligus kiblat dalam industri mode muslim dunia," ungkapnya.

Etnik yang sangat beragam mulai dari Sabang sampai Merauke dengan adat-istiadat dan kultur budaya yang berbeda beda menjadikan Indonesia salah satu negara yang sangat potensial dalam menciptakan busana muslim berlatar belakang budaya masing-masing daerah.  Lihat saja beragam pakaian tradisional mulai dari  Pakaian dari kawasan Nangroe Aceh Darussalam,  Pakaian dari kawasan Sumatera Utara, Pakaian dari kawasan Sumatera Barat,  Pakaian dari kawasan Bengkulu,  Pakaian dari kawasan Lampung,  Pakaian dari kawasan D. I. Yogyakarta,  Pakaian dari kawasan Jawa Tengah Pakaian dari kawasan Jawa TimurPakaian dari kawasan Kalimantan TengahPakaian dari kawasan Kalimantan SelatanPakaian dari kawasan Kalimantan TimurPakaian dari kawasan Kalimantan BaratPakaian dari kawasan Sulawesi TengahPakaian dari kawasan Sulawesi Selatan dan Pakaian dari kawasan lain-lain  (http://www.budaya-indonesia.org/iaci/Galeri_Pakaian_Tradisional).  Masing masing daerah diatas memiliki ciri, bahan, corak yang berbeda beda, seperti misalnya yang sedang jadi pembicaraan saat ini adalah Batik Indonesia.  Bahan batik ini tentu saja dapat menjadi sumber potensial dalam menciptakan busana muslim.  Dengan menggali, memadukan serta mengkreasikan corak pakaian tradisional, dapat menjadi sumber inspirasi bagi terciptanya produk baru pakaian muslim yang trendy.

Kreatifitas manusia Indonesia merupakan faktor yang tidak kalah penting dalam menjadikan Indonesia sebagai trend setter busana muslim dunia.  Tren busana muslim di Indonesia berkembang secara dinamis. Setiap hari,  tren baju muslim makin membumi, menyentuh berbagai lapisan masyarakat pecinta fesyen di tanah air. Tren baju muslim makin terlihat semarak dan fleksibel dalam penggunaannya, tidak hanya dipakai saat Lebaran tiba, tetapi juga dipakai untuk beraktivitas sehari-hari. Perkembangan ini menggambarkan adanya adaptasi ide kreatif para designer busana muslimah terhadap dinamika kebutuhan konsumen, keunikan budaya dan etnik, variasi dunia karir dan bisnis yang menuntut dinamisasi penampilan, serta pengaruh tren fesyen pada umumnya. Para designer busana muslim pun lebih inovatif dalam menggali dan menentukan tema busana, kian ekspresif dalam mengeksplorasi warna dan bahan, lebih kreatif mengupdate design dan detail mode, tanpa meninggalkan ciri kesantunan busana muslimah. Hasilnya, busana muslim,  jilbab dan baju muslim lainnya terlihat lebih variatif dengan kesan modern yang mempesona, dan para wanita muslimah pun memiliki banyak pilihan busana untuk aktivitasnya sehari-hari dengan tetap mempertahankan kaidah agama.  Selain inovasi dan proses kreatif para designer, perkembangan tren busana muslim tidak lepas dari pengaruh tren busana para selebritis tanah air dan public figur lainnya dalam menjalankan kegiatannya. Misalnya, pemakaian busana seorang aktris dalam sinetron atau busana artis pada kegiatan menyanyi sepanjang bulan Ramadlan hingga Lebaran. Busana muslimah, khususnya jilbab dan mukena yang dikenakan para selbritis dalam kegiatannya sering kali  menjadi ikon mode yang secara praktis diikuti oleh masyarakat. Kita mungkin pernah mendengar mukena Manohara, jilbab Khumaira, kerudung Tsunami, baju koko Uje, atau kerudung Inayah yang meyebabkan jenis-jenis busana tersebut laris di pasaran. Karena itu, selain fashion show, popularitas seorang selebriti di dunia hiburan dan fesyen dapat mendongkrak popularitas para designer dan hasil karyanya, meningkatkan ketenaran pemilik dan nama butik atau toko busana muslimah, serta semakin menggiatkan bisnis di bidang busana muslimah. 
Dalam perkembangannya, mobilitas dan aktivitas para wanita di dunia kerja, serta kehidupan remaja dan anak-anak yang kian dinamis pun memberi pengaruh yang signifikan pada tren design busana muslim. Hal ini terllihat dari pemilihan bahan, warna, detail rancangan maupun penggunaan dan penambahan aksesoris yang sepadan dengan jilbab dan baju. Bahan yang halus, warna-warna lembut, kalem dan tidak terlalu terang, dengan design yang anggun, mewah tetapi praktis biasanya dikonsumsi para ibu atau wanita dewasa. Bahan kaos dan katun lebih mendominasi busana muslimah untuk kategori remaja dan anak-anak, dengan warna-warna yang lebih terang dan ceria, serta rancangan yang lebih leluasa, praktis, casual dan simple.  Tidak hanya itu, unsur etnik dan budaya, dalam beberapa tahun terakhir mempengaruhi perkembangan design dan tren busana muslimah. Modifikasi kain-kain khas daerah yang dipadankan dengan baju muslimah, serta jilbab  senada, menampilkan kekhasan Indonesia dalam tren fesyen busana muslim tanah air. Demikian pula dengan motif yang dirancang untuk baju koko dan peci yang lebih Indonesia. Harmoni budaya dengan fesyen dan keagamaan begitu kentara dalam tren ini. Para designer lebih kreatif dalam menggali dan mengeksplorasi kekayaan etnik dan budaya ke dalam design busana muslimah. Selain memperkaya khazanah mode busana muslimah tanah air, hal ini juga menunjukkan bahwa tren busana muslimah Indonesia tidak sepenuhnya berkiblat ke Timur Tengah, tetapi juga membuktikan inovasi para designer tanah air dalam berkarya dengan memanfaatkan unsur kebhinekaan dalam negeri (http://niahidayati.net/busanan -muslim-kian-inovatif-dan-kreatif.html).

Bentuk bentuk promosi yang dilakukan oleh para pebisnis pakaian muslim di Indonesia tergolong unik dan baru.  Lihat saja bagaimana para kreator pakaian muslim mempromosikan dan mempengaruhi trend pakaian muslim dengan salah satu caranya adalah mengontrak (membuat kontrak dengan) para ustadz yang biasa tampil dimuka umum, dengan memakai pakaian muslim kreasinya, sehingga masyarakat akan menilai positif terhadap pakaian muslim yang digunakannya selanjutnya diharapkan akan berusaha membelinya dengan kata lain akan menjadi trend setter bagi masyarakat, seperti misalnya baju muslim yang digunakan Ustadz Jepri (Uje) manakala sedang memberikan ceramah di TV, akan banyak diserbu masyarakat untuk dibeli, disamping harganya yang terjangkau motif dan coraknyapun cukup beragam dan modis.  Melihat trend masyarakat yang seperti ini, IIFC (Indonesia Islamic Fashion Consortium) menyelenggarakan Indonesia Islamic Fashion Fair pada tanggal 3 Agustus sampai 31 September 2010 di Plaza Indonesia. Kegiatan tersebut  antara lain berisi fashion show busana muslim, talkshow wirausaha, final Lomba Rancang Busana Muslim Majalah Noor, dan seni budaya.  Semoga kedepan akan lebih banyak para kreator pakaian muslim dan organisasi terkait, menyelenggarakan kegiatan kegiatan yang dapat membuat Indonesia lebih ternama di dunia fashion khususnya pakaian muslim yang pada akhirnya dunia akan menoleh ke Indonesia dalam hal rancangan pakaian muslim.

Pasar tanah abang saat ini merupakan pasar dengan volume transaksi terbesar di Asia Tenggara, dimana dalam 1 hari perputaran uang bisa mencapai puluhan milyar rupiah.  Siapa yang tak kenal pasar tanah abang, dengan harga yang terjangkau dan model yang sangat beragam, siapapun yang senang fashion pasti akan berkunjung ke pasar ini, apakah ia seorang designer (perancang mode), artis, atau hanya pembeli sekalipun pasti mengenal pasar tanah abang.  Bagi anda yang belum mencoba datang ke pasar tanah abang, supaya tidak penasaran atau hanya sekedar ingin tahu, cobalah datang ke pasar ini.

Bagaimanakah trend pakaian muslim saat ini dan tahun tahun kedepan?  Trend beberapa tahun kedepan ini lebih kaya imajinasi, desain lebih ‘ready to wear’, nyaman dipakai,fashionable, kaya akan gaya berpenampilan hanya dengan bermain mix n’ match dalam gaya, mudah untuk diproduksi masal dan mudah untuk menentukan / mengikuti segment pasar. Sehingga para desainer yang menciptakan trendsetter tidak hanya terpatok pada satu unsur saja, mereka bebas untuk menentukan gaya rancangan dan penampilan yang ingin di suguhkan kepada khalayak ramai, untuk menjadi tradisi gaya hidup selera berpakaian dalam masyarakat muslim dunia dan menjadi trend yang bercitarasa global.

Untuk style yg formal utk kerja pemakaiannya ditambah blazer dan ikat pinggang besar warna natural, dilengkapi asesoris tas.

Unsur ketegasan dan wibawa diwakili warna hitam putih yang tidak pernah hilang dalam jajaran trend mode, karena merupakan warna klasik yang tak pernah lengkang / lenyap dalam dunia trend mode. Kesan formal terlihat dan pesan modern tetap tersampaikan.

Untuk style yang simple chic / feminine, pemakaiannya bisa ditambah scarf atau asesories yg simple dengan warna-warni yang tidak terlalu mencolok.

Setelah membaca tulisan diatas, tidaklah berlebihan bila dikatakan saat ini Indonesia telah menjadi trend-setter Asia khususnya dalam bidang pakaian muslim.  Dengan menambah sedikit ketekunan, kerja keras, keuletan, kontinuitas, kerja sama serta kreatifitas para kreator busana muslim Indonesia ditambah dengan memadukan unsur modern dan ethnik daerah dalam pengkreasiannya, bukannya tidak mungkin ditahun-tahun mendatang Indonesia akan menjadi trendsetter busana muslim dunia.  Amien.

1 komentar:

Silahkan tuliskan komentar anda dibawah ini